Analisis Data Mining Menggunakan Metode Naive Bayes untuk Diagnosa Penyakit Kleptomania
Keywords:
Data Mining, Naïve Bayes, KleptomaniaAbstract
Kleptomania merupakan salah satu gangguan kontrol impuls yang ditandai dengan dorongan berulang untuk mencuri barang tanpa motif ekonomi maupun kebutuhan pribadi. Diagnosis kleptomania sering kali sulit dilakukan karena gejala yang tumpang tindih dengan gangguan kejiwaan lain, seperti depresi, kecemasan, maupun obsessive compulsive disorder (OCD). Seiring berkembangnya teknologi informasi, data mining menawarkan pendekatan baru dalam membantu proses identifikasi gangguan kejiwaan melalui analisis pola data. Penelitian ini menerapkan metode Naïve Bayes sebagai salah satu algoritma klasifikasi probabilistik dalam menganalisis data gejala dan riwayat pasien yang berhubungan dengan kleptomania. Metode ini dipilih karena memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi, sederhana dalam implementasi, serta efektif dalam menangani data dengan jumlah atribut yang relatif besar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Naïve Bayes mampu memberikan tingkat akurasi diagnosis yang kompetitif, sekaligus mendukung pengambilan keputusan dalam bidang psikiatri. Dengan demikian, penerapan data mining berbasis Naïve Bayes dapat menjadi alternatif solusi dalam membantu tenaga medis dan psikolog untuk mendeteksi dini serta memberikan intervensi yang lebih tepat terhadap penderita kleptomania.
References
[1] Amin, S., Mirza, M., & Anwar, H. (2019). Predicting obsessive-compulsive disorder using data mining techniques. International Journal of Computer Applications, 182(25), 1–6.
[2] Kaur, G., & Sharma, R. (2015). A data mining-based approach for the detection of anxiety disorders. International Journal of Computer Applications, 120(15), 10–15.
[3] Rahman, A., Singh, P., & Kumar, R. (2020). Mental health prediction using decision tree and random forest. Journal of Information and Computational Science, 10(8), 123–135.
[4] Sari, M., & Nugroho, E. (2021). Penerapan algoritma Random Forest untuk prediksi tingkat depresi mahasiswa. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK), 8(2), 245–254.
[5] Sharma, R., & Sharma, G. (2018). Naïve Bayes approach for the classification of depression. International Journal of Innovative Research in Computer and Communication Engineering, 6(5), 3312–3318.
[6] Candra, R. M., Mirwanto, B., Informatika, T., Islam, U., Sultan, N., & Kasim, S. (2018). Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Gangguan Anxietas Dengan Menggunakan Teorema Bayes. 4(2).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rahayu Mayang Sari, Munisa (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.